Processed with VSCO with a10 preset

Pagi ini, sinar cahaya matahari redup, tertutup awan mendung. Campuran tanah dan batu kerikil yang aku injak cenderung lembek, jika tidak hati-hati, kakiku bisa menginjak tanah yang sudah berubah jadi lumpur. Orang-orang hilir mudik, ada yang membawa belanjaan sayur banyak sekali, ada yang baru datang membawa tas belanja anyaman berwarna-warni, ada tukang sayur keliling yang masih menata barang jualan di atas motor.

Aku dan adikku, berjalan ke gedung Pasar Rakyat Kabekelan. Sebagian jalan di depan pasar ini sudah beraspal, dipakai untuk parkir motor atau mobil bak yang berjualan tanaman, perabotan dapur dan baju daster. Di pinggir-pinggir gedung, terdapat ruko-ruko kecil, lengkap dengan gerobak, kursi dan meja. Ada beberapa penjual yang berjualan makanan siap saji, seperti soto, mie ayam, sate dan nasi pecel.

Processed with VSCO with a10 preset

Kami masuk ke bagian dalam pasar, ibu-ibu menjinjing tas anyaman mereka, sepertinya tas anyaman adalah barang penting—selain dompet, yang harus dibawa ke pasar. Para pedagang yang kebanyakan ibu-ibu, berdempetan membuka lapak di dekat pintu masuk utama, padahal masih banyak lapak kosong di bagian kanan dan kiri pasar. Mereka mengincar orang-orang yang baru masuk,“Beli apa mbak?” “Sayurnya masih segar, Mbak” “Cabainya, Mbak” “Tempe Mbak.” Semangat sekali mereka menawarkan jualannya, kepada pembeli yang baru datang.

“Sini, ke tempat yang lebih sepi dulu” ujarku, kepada dua adikku. Sambil menarik mereka ke tepi sebelah kanan pasar. Suasana di dekat pintu masuk sangat riuh, membuatku kehilangan konsentrasi.

Processed with VSCO with preset

Di tempat aku dan adikku menepi, suasananya lebih lengang. Dari situ aku baru memperhatikan, Pasar Kabekelan memiliki lantai keramik berwarna putih, belum ada yang pecah atau bolong, atap yang cukup tinggi membuat udara di dalam pasar tidak begitu pengap. Para penjual berjualan dengan rapih, diatas meja yang dilapisi keramik putih—sama dengan lantai. Mungkin karena pasar ini baru beroperasi sehabis lebaran tahun lalu, semua fasilitas masih terlihat baru. Malah, saking barunya, tembok gedung bagian luar belum diberi cat.

Sayangnya, Pasar Rakyat Kakebelan yang memiliki fasilitas nyaman—karena kebersihannya. Tidak buka setiap hari, pasar ini hanya buka setiap hari Senin dan Kamis, dari pukul enam pagi sampai dua belas siang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s