Monthly Archives: July 2020

Berkat Pandemi

Tahun lalu, aku mengikuti kelas filsafat dasar, saat itu, mentor di kelas filsafat pernah berkata “Tidak ada sesuatu yang benar-benar buruk, mau dilihat seburuk apa, pasti ada baiknya”. Saat pandemi ini muncul, kata itu yang teringat di benakku.

Pelan-pelan, pandemi yang awalnya aku anggap hal buruk. Mulai memunculkan sisi positifnya. Salah satunya kejadian minggu ini, sisi positif dari pandemi benar-benar datang untuk diriku. Hari senin kemarin, aku dihubungi kak Gera dari Siberkreasi. Beliau mengajakku untuk jadi narasumber diacara “Hangout Online” yang diadakan Siberkreasi. Acara hangout online itu membahas Homeschooling, salah satu topik yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan orang-orang.

Saat dikontak oleh pihak Siberkreasi, reaksi yang aku berikan tentu saja senang dicampur aduk dengan panik setengah mati. Enggak percaya aja gitu, masa aku yang baru 4 tahun menjalankan homeschooling sudah diajak jadi narasumber? Apalagi, acaranya akan dimulai 3 hari lagi! Jadi, aku dihubungi hari senin, acaranya akan diadakan kamis malam. Makanya, hari itu juga, kak Gera tinggal menunggu jawabanku “mau atau tidak?”.

Walaupun panik, tapi aku tetap setuju untuk ikutan. Karena, menurut aku ini kesempatan yang bagus, enggak mungkin aku sia-siakan.

Setelah mengkonfirmasi bahwa aku setuju menjadi narasumber, kak Gera meminta foto dan sedikit perkenalan tentang diriku. Dan hari itu juga, pihak Siberkreasi langsung selesai membuat poster tentang acara ini. Di poster itu, ada fotoku, dua orang host dan dua orang narasumber lain.

WhatsApp Image 2020-07-06 at 15.43.32

Begini posternya.

Saat melihat poster itu, aku sedang duduk santai sambil mengerjakan tugas. Tiba-tiba langsung loncat dari kursi, lari ke dapur menghampiri Momom—panggilan untuk ibuku.

“Mom! Ternyata narasumbernya ada Dr. Samto, direktur Dikmas Diksus Kemendikbud” kataku sambil menunjukan poster yang baru saja dikirimkan Kak Gera.

“HAAHH!! Ya ampuuun” kaget adalah reaksi yang diberikan Momom.

Momom saja kaget, apalagi aku! Mau pingsan aja.

***

“Anja, ditunggu ya di backstage” ujar kak Gera lewat whatsapp.

Aku sudah standby sendirian di dalam kamar, menggunakan kaos putih dengan luaran kemeja—tapi pake celana pendek HAHAHAHA—langsung masuk ke dalam link yang sudah di berikan kak Gera. Saat aku masuk, sudah ada kak Putri, Dr. Samto, satu orang operator yang berjaga di belakang layar dan dua orang MC yaitu Kak Mira dan Kak Amho. Saat itu, 5 menit lagi acara akan dimulai, sambil menunggu, operator memberikan briefing dan arahan kalau ada masalah. Kami juga sempat mengobrol satu sama lain, Dr. Samto yang aku pikir akan menyeramkan, ternyata orangnya asyik sekali! Sangat ramah, pokoknya berbanding terbalik dengan yang ada dibayanganku.

“Okay, kita live. Aku turunin Kak Amho dan Kak Mira. Sedangkan Anja, Pak Samto dan Mbak Putri di backstage dulu ya ” ujar operator.

Nah, menarik nih, biasanya aku mengenal istilah backstage itu, ruangan yang ada di belakang panggung. Tapi kali ini, di layar laptopku hanya ada tanda “you are on the backstage” yang berarti, aku belum muncul di layar.

DAG DIG DUG DAG DIG DUG

Sambil menunggu giliran “masuk panggung”, jantungku berdisko, malahan rasanya mau copot! Badanku panas dingin, gemeteran, mulut kering aduh demam panggung nih. Padahal tahun-tahun sebelumnya, aku sudah lebih dari 3 kali tampil, bicara di atas panggung, namun melakukan live seperti ini, beneran grogi bangeettt.

“Hallooo kak Mira dan Kak Amho” sapaku ketika sudah keluar dari backstage.

“Anja, micnya nyalain duluuu” ucap kak Mira.

Aduh, tepuk jidat deh… mau tampil sok cool, seperti tidak ada yang terjadi. Eh, malah lupa nyalain microphone. Jadi, saat aku menyapa MC suaranya enggak ada, yang kelihatan cuman gerak mulutku saja! Aduh, baru masuk saja sudah begini…

Akhirnya, sambil menunggu giliran ditanya-tanya. Aku menenangkan diri, mulai menyesuaikan diri dan berusaha untuk fokus pada obrolan dengan tema “Apakah Homeschooling efektif dalam pembelajaran jarak jauh?”, sebenarnya aku berusaha untuk menyimak pertanyaan yang diberikan oleh MC kepada Dr. Samto dan Kak Putri, aku juga berusaha menyimak jawaban mereka. Supaya aku bisa ikut nyambung masuk ke acara itu.

Tapi enggak bisa.

Aku beberapa kali sempat kehilangan fokus. Karena, melakukan live streaming dengan Siberkreasi adalah live streaming pertamaku. Rasa grogi sudah seperti mengalahkan semuanya. Namun, mau gimana lagi coba? Aku sudah tampil di depan orang-orang, masa mau kalah sama rasa grogi dan menjawab pertanyaan dengan terbata-bata. Kan enggak mungkin!

Pada akhirnya, pelan-pelan, aku bisa menghilangkan rasa grogi dan tenang menjawab pertanyaan. Cuman ya begitu, karena dari awal sudah grogi sampai tidak fokus. Jadi, aku merasa aku kurang interaksi dengan narasumber lain. Kurang aktif juga saat menjawab satu atau dua pertanyaan yang spontan diberikan oleh netizen.

Tidak terasa, kami sudah berada di penghujung acara. Aku bersyukur, ternyata cerita perjalanan homeschooling yang aku miliki, menarik di mata orang lain. Bahkan, tak kusangka, saat aku bercerita MC-nya sempat takjub. Lucu aja gitu, ternyata selama ini perjalananku menarik yaa HAHAHAHA.

Perasaan grogi, demam panggung, deg-degan sudah melorot. Lega rasanya, selama satu jam bisa bertahan. Setelah live streaming selesai, pintu kamar terbuka. Momom masuk ke dalam kamar sambil memelukku.

“Kakak malam ini keren banget, momom bangga” ujar momom, sambil memelukku.

Begitu deh, pengalaman pertamakali live streaming. Walaupun grogi setengah mati, tapi menyenangkan sekali! Masa pandemiku jadi berkesan. Terima kasih banyak kak Putri, sudah memperkenalkan aku kepada kakak-kakak dari Siberkreasi, sehingga aku bisa terlibat dalam acara ini. Terima kasih banyak juga buat Momom dan Popop yang sudah mendukungku sepenuh hati. Dan tidak lupa, terima kasih buat Dr. Samto dan dua kakak MC yang membuat aku nyaman saat live streaming.

Oh iya, kalau ada yang ingin nonton siaran ulang acara ini bisa klik di sini

Sampai jumpa pada kesempatan live selanjutnyaaa!