Ngantuk Berat

“ayoooo banguunn, liat nihhh aku lagi buka kerudung” ucap salah satu orang dari tenda sebelah. Mendengar hal itu aku bangun, ternyata sudah ada Ratri yang bangun.

Ketika melihat jam ternyata masih jam 02.30 pagi, aku sempat heran “kenapa mereka membangunkan semuanya jam segitu?”.

“heeyy dari tenda ini ada yang mau ke toilet nggak?” ucap kak Putri di depan tenda kami. Aku, Ratri dan Agla segera keluar untuk ke Toilet. Selesai dari toilet kak Putri mengantarkan kami sampai depan tenda dan memastikan apakah kami sudah benar-benar tidur atau mengobrol.

“Bangun-bangun udah jam 05.30 nihhh”  terdengar suara yang membangunkan kami lagi.

“huh, siapa lagi sihh yang bangunin” ucapku dalam hati. Ternyata benar ini sudah jam 05.30 aku dan teman satu tendaku pun langsung bangun dan jalan keluar tenda. Dengan perasaan ngantuk karena rasanya kami hanya baru tidur 10 menit padahal sudah 1 jam.

05.35 mulai olahraga pagi yang di pimpin oleh Alev dan Husayn. Sebenarnya sehabis olahraga aku merasa lebih segar dan ngantukku berkurang. Aku baru teringat agar ngantuknya hilang cuci saja mukaku dengan air yang dingin ini, akupun melakukan hal itu dan berhasil.

06.15 sarapan sudah siap saatnya sarapan. Aku segera ke tenda untuk mengambil peralatan makan. Setelah kembali mengambil makanan sarapan pagi ini, adalah nasi goreng dengan suiran ayam.

07.30 pagi, semua sudah berkumpul di lapangan. Hari ini kami akan menjadi petani kebun, di loji nenek juga terdapat kebun organik yang sangat luas. Kami akan belajar membuat pupuk, penyemaian dan penanaman. Kelompokku juga mendapatkan tugas untuk mencatat proses penyemaian.

Kak Sandra mulai mengajak kami berkeliling-keliling kebun sambil menjelaskan tumbuhan apa saja yang ada disini. Ternyata memang banyak sekali tumbuhan yang ditanam di sini, ada sayur dan juga buah-buahan yang membuat unik adalah dikebun ini semua tanaman memakai pupuk organik. Di sini juga terdapat kandang ayam, kambing dan kelinci. Yang kotorannya dimanfaatkan untuk pupuk organik.

Semua sudah di jelaskan dengan sangat jelas, sekarang saatnya praktek dengan cara membantu para petani mengaduk pupuk, membantu proses penyemaian sampai memindahkan bibit ke media tanam.

“Ada yang mau nyobain buah coklat nggak?” tanya kak Pras kepada kami. Aku pun langsung mencobanya, buah coklat berwarna kuning keemasan jika sudah matang. Daging buahnya berwarna putih seperti daging buah sirsak, rasanya tawar tetapi juga ada sedikit rasa asam.

“ayo sekarang kita panen selada” ucap kak Sandra kepada kami sambil mengatur barisan. Jalan beberapa langkah dan sampai di depan lahan tanam selada. Awalnya kami di jelaskan bagaimana cara mengambil selada tersebut, setelah itu kami mencobanya.

“Aaaahhh itu ada ulet bulu di kaki Zalika” teriakku ketika melihat ulat bulu yang menempel di paha Zalika salah satu anggota kelompok Edelweiss. Zalika menggerak-gerakkan kakinya agar ulat bulu tersebut jatuh dan cara itu berhasil.

“ayoo jalan menuju tempat penyucian sayur dan buah” ucap kak Sandra. Kami jalan menuju tempat penyucian sayur, ketika di sana kami berdempet-dempetan untuk mencuci sayur. Banyak juga teman-teman yang kaget karena tiba-tiba di sayuran mereka terdapat ulat.

Selesai mencuci sayuran semua kelompok mendapatkan tantangan, untuk memasak sayuran hasil panen mereka. Kelompokku sangat bingung karena mau masak apa? Karena kami hanya mempunyai selada yang enaknya di jadikan salad.

Trisha dan Hilda mengambil bahan-bahan yang boleh di ambil dari dapur. Kami sangat bingung mau membuat apa akhirnya telah diputuskan bahwa kami akan membuat sambal dan lalapan.

Aku mulai mengulek sambel, ketika kak Sandra melihat kami. Ia merasa ingin mengulek sambal dan akhirnya kak Sandra membantu mengulek sambal. Khansa juga sudah membersihkan selada. Yey makanan olahan kita jadi deh.

Semua kelompok sudah membuat makanannya masing-masing. Sekarang saatnya makan siang dan mencicipi masakan kelompok lain. Istirahat sebentar dan mulai kegiatan yang kedua yaitu workshop kardus. Di sini kami membuat istana boneka  yang bahan bakunya terbuat dari kardus.

Sebenarnya semua anggota kelompok merasa sangat cape dan ngantuk. Tetapi itu semua kesalahan kami sendiri karena tidur terlalu malam. Semua kelompok sudah selesai membuat istana boneka, hanya tinggal kelompok kami yang belum selesai. Beberapa menit kemudia kami merasa sangat senang karena setelah sekian lama istana boneka kami selesai juga.

Peluit sudah berbunyi, para Pinru dari masing-masing regu di beritahu bahwa pukul 15.30 sudah harus berkumpul di lapangan. Karena sekarang masih pukul 15.00, mereka memilih untuk bermain sepak bola sebentar.

15.30 semua kelompok sudah berkumpul, kak Irwan mulai membagi kelompok untuk mengikuti kegiatan tentang kompas, panahan dan tali-temali. Kelompokku dan kelompok Husayn diawali dengan pengetahuan tentang kompas. Kami dijelaskan tentang kompas, belajar membidik menggunakan kompas bidik dan membuat sebuah peta menggunakan kompas.

Menurutku pelajaran tentang kompas ini sangat menyenangkan dan sangat berguna karena minggu lalu mendapatkan tugas tentang membuat sebuah peta menggunakan kompas. Jujur awalnya aku sangat tidak mengerti, setelah dijelaskan oleh kak Irwan aku jadi mengerti deh.

Pelajaran tentang kompas selesai, saatnya belajar memanah. Mulai diajarkan tentang pengetahuan dasar tentang memanah. Bagaimana cara memegang busur dan bagaimana caranya memanah. Setelah diberitahu caranya kami mulai praktek. Ternyata memanah susah juga yaa, ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan.

Sekarang saatnya mulai ke pelajaran terakhir yaitu tali-temali. Pelajaran ini juga sangat berguna karena mengingatkan kembali bagaimana simpul pangkal, jangkar dan lain-lain.

Hari sudah gelap saatnya makan malam, setelah makan malam kami harus berkumpul di aula. Di aula kami akan melakukan kegiatan literasi. Salah satu kakak pembina mulai membuka acara, masing-masing kelompok diberi satu orang pembina untuk menjelaskan apa saja yang akan dilakukan malam ini. Ternyata kami akan memberikan kesan perkelompok dengan cara drama, bercerita, lagu, puisi dan lain-lain.

Kelompokku akan memberikan kesan tentang acara api unggun, dengan cara storytelling. Aku dan Trisha akan berduet cerita tentang pengalaman api unggun, khansa akan membacakan puisi buatannya, syifa sebaga penyuara jangkrik dimalam hari, Zalika menjadi api unggun, Hilda dan Sintia akan menjadi orang yang menghangatkan diri di api unggun.

Semua kelompok mulai menampilkan kesan-kesan mereka, sampai tiba saatnya kelompok Edelweiss maju untuk tampil. Aku langsung merasa deg-degan, malu dan aku melawan semua rasa itu. Syifa mulai membuat suara malam hari, Trisha dan aku bercerita tentang api unggun dan terakhir Khansa membacakan puisi indahnya.

“adik-adik kakak akan membagikan satu kertas yang berisi suatu kata, kalian harus bisa membuat sebuah kalimat dari kata tersebut” aku bersama syifa mendapatkan kata “Berpendar” yang artinya bercahaya.

“bintang berpendar” usul Syifa kepadaku.

“bisa tuh syif, tapi apa nggak kependekan?” jawabku. Karena waktunya sudah habis jadinya dilanjutkan besok pagi. Sekarang kami di suruh kembali ke tenda dan segera tidur karena besok kami akan jalan menuju air terjun.

ini beberapa foto yang bisa dilihat :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s