Rumah sampai Loji Nenek

 

“assalamualaikum, Katyaaa” ucapku yang sudah ada di depan rumah Katya.

“eh, Anja ayo masuk dulu” jawab tre dan papanya Katya.  Aku membuka sepatuku dan masuk ke dalam rumah Katya. Di dalam aku melihat Katya yang belum siap untuk berangkat. Taklama aku mengobrol dengan Katya sambil bersiap-siap.

“Anja, taro tas di bagasi dulu aja” Ucap Katya ke padaku.

“oke Kat” jawabku sambil berjalan ke arah mobil. Tepat pukul 08.00 Pagi Katya, Keluarganya dan aku berangkat menuju  rest area tol Ciawi. Dijalan kami sempat ketiduran, tiba-tiba ketika bangun sudah sampai di Rest Area tol Ciawi.

09.45 Kami semua turun dari mobil, duduk di depan mobil menunggu Tronton datang. Sambil menunggu kami mengobrol, bercanda, bermain dan ngemil makanan yang ada.

“ini baru jam 09.30 kita nunggu di mushola aja yaa” ucap ayahnya katya. Kami semua jalan menuju mushola dan menunggunya di sana. Pukul 10.00 papahnya Katya memberitahu kami bahwa sebentar lagi tronton akan datang. Aku, Katya, Tre kaget kami langsung pakai sepatu dan membawa barang masing-masing.

“Itu trontonnyaaa sudah datang” aku memberitahu Katya dan Tre sambil menunjuk tronton tersebut. Tronton berhenti tepat di depan kami, memberikan barang kami satu persatu kepada kak Evan setelah itu masuk ke dalam tronton.

“Anjaaaaaaaa” teriak teman-teman perempuanku kepadaku sambil tos kepda mereka. Di tronton kami mengobrol, tertawa, bernyanyi bersama, berfoto-foto dan masih banyak lagi.

11.03 kami sampai di depan sekolah dekat loji nenek. Semua mulai bekerjasama menurunkan tas, togngkat dan tenda. Semua barang sudah tersusun di atas rumput. Kamipun segera mengambil barang masing-masing.

Kami jalan sepanjang 200M untuk sampai di Loji Nenek. Ketika sampai ternyata tempatnya lebih enak dari yang aku bayangkan. Menurutku ini adalah sebuah villa yang memiliki halaman besar, kebun dan lain-lain.

Fasilitasnya juga bagus, toiletnya bersih, ketika makan prasmanan pokoknya enak dehh. Tetapi menurutku ini bukanlah kemping melainkan piknik karena biasana kalau kemping tidak seenak ini.

Sambil menunggu kelompok pramuka yang lain datang kami makan siang terlebih dahulu, bermain, mengobrol tak terasa tiba-tiba sudah ada beberapa anak perempuan yang mungkin seumuran dengan kami datang. Mereka mulai memasang tenda sedangkan kami menulis logbook.

Sekitar pukul 16.00 kami di kumpulkan di tengah lapangan untuk pembukaan acara yang di bina oleh kak Irwan. Kami mulai dengan membuat lingkaran besar sesuai regu setelah itu perkenalan, bernyanyi-nyanyi, ini salah satu contoh permainan menggunakan lagu yang kami mainkan :

“Angin mamiri”

“berhembus kemana?”

“Angin mamiri”

“Berhembus kemana?

“Angin mamiri”

“yang pakai sendal gunung”

jadi yang pakai sendal gunung harus berpindah tempat di seputar lingkaran.

“oke sekarang kita bagi kelompok yaa, kelompok laki-laki di bagi menjadi 3 dan perempuan juga” ucap kak Irwan

Aku sekelompok dengan Trisha, Khansa, Syifa. Ada juga teman dari kelompok lain yaitu Hilda dan Sintia. Nama kelompok kami adalah Edelweiss, ketuanya adalah Trisha.

Sebelum bubar kami di beritahu bahwa malam nanti akan ada api unggun dan upacara pembukaan, jadi harus memakai baju Pramuka. Hari sudah mulai gelap, kami semua mulai makan malam bersama. Sehabis makan ganti baju dan berkumpul di tengah lapangan kembali.

Di tengah lapangan sudah tersedia kayu yang tersusun rapih, pembukaanpun dimulai. Tiba-tiba Syifa di tarik untuk menyalakan api unggun, 10 menit kemudian api unggun menyala. Perasaanku saat itu sangat senang, deg-degan juga karena takut hujan dan api unggun di batalkan. Jujur karena ini pertama kalinya di kemping yang aku datangi terdapat api unggun.

Selama api menyala sempat gerimis aku langsung berharap agar tidak hujan. semua kelompok mulai menampilkan yel-yelnya masing-masing. Yel-yel kelompokku adalah “1,2,3,4,5,6,7, Edelweiss yes, yes, yes” setelah itu Khansa membacakan sedikit kata-kata.

Dari masing-masing komunitas juga menampilkan yel-yel mereka. Oase menyanyikan lagu penjelajah. Semua sudah menampilkan yel-yelnya, sekarang ada sedikit cerita tentang Baden-Powell.

Ini adalah pesan terakhir dari Baden-Powell :

https://aliensyiroh.wordpress.com/2013/02/22/pesan-terakhir-baden-powell-baden-powells-last-message/

. Aku terharu dengan pesan Baden-Powell yang sangat berkesan.

Sekitar pukul 21.00 pembukaan selesai kami di perbolehkan untuk menghangatkan diri sebentar. Tetapi pukul 22.00 sudah harus tidur, main sebentar setelah itu semua masuk ke tendanya masing-masing.

Ketika di tenda kami tidak langsung tidur melainkan curhat sampai sekitar jam 23.30. setelah itu tidur tetapi tenda kelompok sebelah sangat berisik, entah apa yang sedang mereka bicarakan sampai seberisik itu.

 

ini foto yang bisa kalian lihat :

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s