” aku seorang homeschooler “

hai aku Anja, aku lahir tahun 2005. Aku seorang Homeschooler, jadi sehari-harinnya aku belajar di mana saja, kapan saja dan bersama siapa saja. Dan yang paling aku suka adalah belajar tentang Fashion Design. Cita-citaku menjadi Designer Baju dan Penulis

Advertisements

Keputusan Rencana Output

Eksplorasi ke pantai telah selesai. Kami telah pergi ke Pulau Harapan selama 4hari 3malam, tanpa Orangtua tetapi di awasi mentor  dan menginap di Rumah Warga. Di Pulau Harapan aku sudah mewawancarai 11 orang, yaitu :

  1. 2 orang Nelayan.
  2. 7 orang warga Pulau Harapan.
  3. 1 orang Pembuat kerupuk ikan.
  4. 1 orang ibu RT.

Menurutku semua data yang kudapat dari hasil mewawancarai orang sudah cukup. Ketika sampai rumah aku menjelaskan tentang hasil wawancaraku kepada ibuku dan ibuku juga merasa data yang kupunya sudah cukup, jadi aku      memutuskan Outputku tetap  E-book. Ini hasil diskusiku bersama ibuku

brainstorming ttg E-book FINAL

Nanti di E-book akan ku tambahkan foto-foto Eksplorasi, ini Foto-fotonya :

ini adalah foto warga yang aku wawancarai dan 2 orang nelayan, beberapa warga tidak mau di foto.

Foto proses pembuatan Kerupuk Ikan.

foto kegiatan di Hari selasa yaitu : ke Pulau Kayu Angin Bira untuk membersihkan pulau, Snorkling dan Ke Pulau Perak untuk bermain dan makan siang.

Selamat Tinggal Pulau Harapan.

Ibuku serba bisa

Ibuku adalah seorang ibu rumah tangga, menurut ibuku pekerjaan ini adalah pekerjaan yang tidak ada istirahatnya, mengapa? Karena ibuku setiap hari selalu memasak makanan untuk keluarga, mencuci baju, membereskan rumah dan lain-lain. Tetapi sekarang pekerjan itu sudah berkurang karena aku mencuci bajuku sendiri, terkadang aku yang memasak makanan untuk keluarga dan membereskan rumah.

Bergadang dalam keadaan sakit maupun sehat, karena harus mengurus beberapa pekerjaan seperti merencanakan pengeluaran dan terkadang menerima jasa jahit tas. Tetapi anehnya meskipun lelah dan sakit ibuku tetap senang melayani keluarga. Apalagi ketika melihat keluarga harmonis dan melihat aku dan adik-adikku senang, pasti ibuku juga merasa senang.

Apakah seorang ibu rumah tangga memerlukan bayaran?

Menurut ibuku, bayaran seorang ibu adalah bisa melihat anak-anaknya terpenuhi kebutuhannya secara lahir dan batin, maka bayaran bukan sesuatu yang di butuhkan. Jadi kesimpulannya menjadi ibu rumah tangga tidaklah mudah dan memerlukan banyak perjuangan.

#T02 pendalaman output dan Dummy

Aku dan teman-teman memutuskan akan pergi ke Pulau Harapan. Kita mau ngapain sih… di Pulau Harapan? kita akan melakukan ekspedisi tanpa orangtua selama 3-4 hari. Kami juga menentukan output yang akan di buat. Aku akan membuat E-book, tentang sumber daya alam (SDA) yang di olah di sana dan sedikit tentang sejarah di sana.

  1. Rencana pengamatan :

Aku telah mencari tahu apa itu Sumber Daya Alam (SDA)?

https://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam . Aku menyimpulkan bahwa nanti aku akan mencari tahu SDA Biotik (hewan dan tumbuhan)yang di olah di sana.

Aku juga mencari tahu lewat internet, SDA yang berada di Pulau Harapan.

Adapun SDA tersebut diantaranya :

  • Perikanan tangkap.
  • Perikanan budidaya.
  • Konservasi terumbu karang/pemeliharaan terumbu karang.
  • Restorasi mangrove.

Ternyata Pulau Harapan dulunya bernama Pulau Pelemparan, jadi aku ingin mencari tahu informasinya.

2. Rencana bentuk interaksi :

Aku berencana akan mewawancarai seorang nelayan, warga(bapak/ibu), pembuat kerupuk ikan dan pak Rt. Aku juga akan mempersiapkan pertanyaan dari rumah.

Pertanyaan untuk Nelayan :

  • Nama bapak siapa?
  • Asalnya darimana pak?
  • Sejak kapan tinggal disini pak?
  • Sudah berapa lama jadi nelayan?
  • Bapak pemilik usaha ini atau pekerja?
  • Kalau pemilik usaha ini tinggal di mana pak?(jika seorang nelayan tersebut pekerja)
  • Sehari dapat ikannya berapa?
  • Selain menangkap ikan bapak nangkep apa saja?
  • Bapak biasanya nagkep ikan jenis apa?
  • hewan lautnya (ikan, kepiting dan SDA lainnya) di jual atau sebagian di bawa pulang?
  • Biasanya bapak menjual ikan ini kemana?
  • Kalau hewan lautnya (ikan, kepiting dan SDA lainnya) di jual harganya berapa?
  • Bapak kalau menangkap hewan laut (ikan, kepiting dan SDA lainnya) dengan cara apa?
  • Bapak naik perahu pribadi atau nyewa?
  • Kalau menangkap hewan lautnya(ikan, kepiting dan SDA lainnya) biasanya jam berapa?
  • Biasanya sehari pendapatannya berapa?

Pertanyaan untuk warga :

  • Namanya siapa pak/bu?
  • Bapak/ibu asalnya dari mana?
  • Sejak kapan tinggal di sini?
  • Nyaman tidak tinggal di sini?
  • Sudah punya anak apa belum?
  • Anaknya berapa(kalau sudah punya anak)?
  • Bapak/ibu sehari-hari aktivitasnya apa?

Pertanyaan untuk pembuat kerupuk ikan :

  • Namanya siapa?
  • Asalnya dari mana?
  • Sejak kapan membuat kerupuk ikan?
  • Ikannya dari mana?
  • Jenis ikan apa yang di pakai?
  • Biasanya sehari membuat berapa kerupuk?
  • Bahan apa saja yang di perlukan untuk membuat kerupuk?
  • Biasanya beli bahan-bahannya di mana?
  • Biasanya ibu membuat kerupuk dari jam berapa sampai jam berapa?
  • Kalau membuat kerupuk di bantuin sama siapa?
  • Biasanya kerupuknya di jual kemana?
  • Berapa modal untuk membuat kerupuk?
  • Sehari biasanya penghasilannya berapa?

Pertanyaan untuk pak RT :

  • Nama bapak siapa?
  • Bapak asalnya dari mana?
  • Tinggal di sini sudah berapa lama pak?
  • Sudah berapa lama jadi RT?
  • Ada berapa warga yang tinggal di RT sini pak?
  • Rata-rata warga berasal dari mana pak?
  • Rata-rata warga bekerja sebagai apa pak?
  • Sarana apa saja yang berada di sini?
  • Apakah di sini ada pemeliharaan terumbu karang?
  • Saya boleh minta alamat tempat pemeliharaan terumbu karang?(jika ada)
  • Apa kendala jadi RT?
  • Bapak pernah tahu tidak kalau dulu pulau ini di sebut Pulau Pelemparan?
  • Sejarahnya gimana pak?(kalau beliau tahu tentang Pulau Pelemparan)

Target

  • mewawancarai 10 orang nelayan
  • mewawancarai 1 RT
  • mewawancarai 10 warga
  • mewawancarai 5 orang pemilik usaha
  • mewawancarai 5 orang pemilik pemeliharaan terumbu karang

barang yang di perlukan

  • kamera
  • Power bank
  • Catatan pertanyaan
  • Buku tulis untuk mencatat
  • Papan jalan
  • Alat tulis

 

Dummy

Siang hari aku pergi bersama mamaku pergi menuju penjual es kelapa langganan ayahku, untuk wawancara. Kami pergi menaiki motor, selama di perjalanan  aku merasa gugup dan bingung “nanti wawancaranya gimana yaaa”dalam hatiku. Walaupun sudah pernah mewawancarai beberapa penjual, tetapi maih saja gugup. 15 menit kemudian kami sampai. Aku memesan es kelapa untuk aku dan ibuku, jadi sambil wawancara sambil minum es kelapa :p hehehehehe. Ketika es kelapa di antarkan ke meja kami, aku bicara ke penjual tersebut untuk mewawancarainya. “bu, boleh wawancara sebentar untuk tugas sekolah?” tanyaku kepada penjual tersebut. “boleh, memangnya ade kelas berapa?, sekolah dimana?, wawancara untuk apa?” tanya ibu tersebut kepadaku. Aku menjawab “saya kelas 1 smp, Homeschooling, latihan untuk ekspedisi ke pantai bersama teman-teman”. Penjual tersebut masih bertanya lagi”kalau Homeschooling gimana?, ujiannya gimana?, gurunya siapa?”. Aku menjawab semua pertanyaan yang di berikannya. “kok rasanya malah aku yang di wawancara, bukannya aku yang mewawancarai penjual tersebut” aku berkata dalam hatiku. Setelah aku menjawab pertanyaan penjual tersebut, aku mulai mewawancarainya.

Ini dia hasil aku mewawancarai penjual es kelapa  :

Aku             : ibu namanya siapa yaa?

Penjual      : ibu Kasma

Aku             : toko ini buka jam berapa-jam berapa bu?

Penjual    : jam 10 pagi sampai jam 10 malam

Aku             : sudah berapa lama jualan es kelapa?

Penjual      : 6 tahun

Aku             : sejak kapan jualan ?

Penjual       : ibu udah jualan dari tahun 2001, tapi jualan es kelapa baru tahun

2011

Aku              : dapat kelapanya dari mana?

Penjual       : dari 3 tempat, Sukabumi, Pelabuhan Ratu dan Serang Banten.

Aku              : beli bahan-bahannya di mana (SKM, sirup, es batu) ?

Penjual       : di agen-agen sembako.

Aku              : kenapa bisa kepikira jualan es kelapa.

Penjual       : waktu itu buka warung tapi karena banyak saingannya jadi jualan

es kelapa aja.

Aku              : yang jaga toko ini siapa saja ?

Penjual       : saya, suami, anak-anak. Yaaa sekeluarga lah….

Aku              : satu kelapa harganya berapa?

Penjual       : kelap bulat Rp.10.000.

Aku              : modalnya berapa ?

Penjual       : Rp 6.000

Aku              : sehari pendapatannya berapa ?

Penjual       : kalau sekarang Rp 1.000.000-1.500.000.

 

 

 

 

 

 

Film Dokumenter Favorit aku

Aku dan teman-temanku mendapatkan tugas dari kak Dio, untuk membuat artikel tentang film dokumenter yang paling di sukai. Aku paling suka film dokumenter Born In China  .Yaitu film yang bercerita tentang kehidupan Burung Bangau, Panda, Monyet, Kijang dan Macan Tutul yang hidup di hutan China. Aku menyukai film dokumenter tersebut karena narasinya yang bagus dan angle-nya pas.