” aku seorang homeschooler “

hai aku Anja, aku lahir tahun 2005. Aku seorang Homeschooler, jadi sehari-harinnya aku belajar di mana saja, kapan saja dan bersama siapa saja. Dan yang paling aku suka adalah belajar tentang Fashion Design. Cita-citaku menjadi Designer Baju dan Penulis

Advertisements

Pramuka

Hallo, kali ini aku akan bercerita tentang Pramuka.

Pertama Pramuka itu apasih? Pramuka Indonesia adalah sebuah nama organisasi pendidikan. Kepanjangan Pramukasendiri adalah Praja Muda Karana yang memiliki arti Jiwa muda yang suka berkarya.

Sejak kapan Pramuka adadi Indonesia? Gerakan Pramuka Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1923 yang di tandai dengan didirikannya Nationale padvinderij organisatie di Bandung. Sedangkan pada tahun yang sama di Jakarta didirikan Jong Indonesische padvinderij organisatie.

Aktivitas apa saja yang ada? Biasanya melakukan aktivitas kemping persami, beberapa permainan olahraga, melatih kerjasama dengan teman sekelompok Dll.

Oh iyaa aku mendapatkan informasi dari tautan:

pramuka Indonesia

Aku juga mewawancarai beberapa saudara tentang pengalaman mereka mengikuti Pramuka, yaitu:

  1. Oma Tin Apakah Oma Tin pernah ikut Pramuka? Pernah ikut, tetapi tidak pakai seragam seperti zaman sekarang.

-Aktivitas apasaja yang di lakukan? Gotong Royong, belajar Mandiri, olahraga, membuat karya topi dari kertas coklat dan dasi dari kertas minyak.

-Senang tidak ikut Pramuka? Senang karena banyak lari-lari.

  1. Mba Sasa Apakah Mba Sasa pernah mengikuti kegiatan Pramuka? Pernah tapi pas SMP.

-kegiatan apa saja yang pernah di ikuti: Camping kehutan, malam-malam kepinggir pantai mandi di air yang tingginya 1M sampai 1,5M, olahraga, bermain permainan-perminan.

-Senang nggak ikut Pramuka? Senang, cape, ke gores-gores karena permainan angkat-angkat teman dan lari-lari.

-Manfaat ikut Pramuka apa? Mental lebih kuat, contohnya kalau diteriakin temanya nggak apa.

Selesai, terimakasih karena sudah membaca.

Eksplorasi Pulau 4 hari 3 malam, Bagian 4

Selamat Tinggal Pulau Harapan

Hari ini kami akan pulang menuju kota Jakarta dan kembali beraktivitas seperti biasa. Aku dan Abel segera bangun dan bersiap-siap, tetapi Katya takkunjung bangun. Sudah berkali-kali aku dan Abel bangunkan tetapi masih saja tak kunjung bangun.  Akhirnya setelah beberapa menit ia bangun juga.

Pagi ini kami dibelikan ketoprak oleh Ibu Sulha, sebenarnya kami beruntung sekali karena disebelah rumah terdapat satu-satunya penjual ketoprak yang berada di Pulau Harapan.

Tiba-tiba terlihat dua orang kakak Mentor yang sedang berjalan menuju kami, aku kira mereka akan menjemput kami untuk ke Pelabuhan Pulau Kelapa. Ternyata mereka tidak benar-benar berjalan ke arah kami melainkan ingin membeli Ketoprak, haduh padahal aku sudah khawatir dan tegang.

“Ayo bu kita foto keluarga dulu” ucapku kepada Ibu Sulha. sebelum pulang ke Jakarta kami menyempatkan diri untuk foto keluarga.

 

IMG-20171106-WA0014.jpgFoto keluarga. Sayang sekali Pak Man’us dan anak-anak ibu Sulha tidak bisa ikut

Tak lama kak Sari datang kerumah Ibu Sulha untuk menjemput kami.

menuju pulang

Berfoto dijalan menuju Pelabuhan Pulau Kelapa.

FB_IMG_1509707499144Setelah beberapa menit akhirnya sampai juga di Pelabuhan Pulau Kelapa.

Eksplorasi pulau 4 hari 3 Malam, Bagian 3

Output Ohh Output

Pagi hari yang cerah, rencananya hari ini aku dan Abel akan pergi berkeliling pulau Harapan untuk mencari narasumber. Di pagi hari Abel menemaniku untuk melihat proses pembuatan kerupuk ikan dan mewawancarai  pembuat sekaligus penjual tersebut, setelah itu aku menemani Abel mewawancarai salah satu dokter di pulau Harapan.

Selesai menemani Abel, aku mulai mencari nelayan untuk di wawancarai. Kalau mau Baca hasil wawancaranya di bukuku yang berjudul “makanan olahan pulau Harapan Ala Mak Cu’a”. ketika di jalan kami bertemu Tata dan Ratri yang akan pergi melaut, aku juga bertemu Syifa yang akan keliling pulau seperti kami. Jadi kami bertiga pergi bareng dehh.

Kami merasa informasi yang kami dapatkan sudah cukup, jadi istirahat sebentar dehh di saung Pulau Harapan. Ternyata di sana sudah ada kak Zaky, kak Yudhis, kak Adiva dan Katya yang sedang asyik mengobrol sambil merapihkan hasil riset tadi. Akhirnya kami ikut ngobrol dan bercanda bersama. Satu persatu orang-orang yang berada di saung pergi dan ada juga yang datang, aku, Syifa dan Abel memilih untuk bermain ayunan di taman.

Ketika sedang bermain, kak Sari mengajak kami untuk pergi ke penangkaran penyu pulau Harapan, akhirnya kami ikut dengan kak Sari. Ternyata di penangkaran penyu juga terdapat satu jenis hiu kecil.

FB_IMG_1509707439045berfoto di penangkaran Penyu. Foto dari Kak Sari.

IMG_20171101_152133_HDR.jpgTukik di penangkaran penyu. Foto dari Abel.

Waktu telah menunjukan pukul 12:00, berarti sudah waktunya makan siang. kami pulang kerumah masing-masing untuk mengambil makan siang karena aku, Abel dan Syifa akan makan bersama di saung taman pulau Harapan.

Hampir seharian kami berada di taman Pulau Harapan, ketika sore menjelang malam beberapa anak penggalang berfoto bersama.

 

Copy of IMG_8436.JPGfoto bersama, foto dari Ceca.

Eksplorasi Pulau 4 hari 3 malam, bagian 2

Serba baru

“Katya, Abel. Bangun udah jam lima subuh” ucapku sambil menggoyangkan tubuh mereka. Hari ini kita akan pergi ke pulau perak untuk konservasi, snorkling dan bermain di pantai, untung saja aku, Katya dan Abel sudah menyiapkan barang-barang yang akan di bawa. Kami akan bertemu di Pelabuhan Pulau Harapan pukul 07:00.

Pukul 06:00 WIB berangkat menuju pelabuhan pulau harapan. Di jalan kami mampir dulu ke rumah inangnya kak Adiva, Yla, Agla dan Adinda untung mengajak pergi bareng.

“Tok,tok,tok” aku mengetuk pintu rumah inang  kak Adiva, Yla, Agla dan Adinda.

“Siapa?” tanya salah satu orang dari kak Adiva, Yla, Agla dan Adinda.

“Ini Katya, Anja dan Abel” jawabku. Merekapun membolehkan kami masuk, ketika kami masuk ternyata mereka belum siap, akhirnya kami menunggu mereka sampai selesai.

Kami jalan dari rumah inangnya kak Adiva dan kelompok sekitar pukul 06:35 WIB.  Dari sini menuju pelabuhan Pulau Harapan hanya menempuh waktu 5 menit saja. Kebetulan Pelabuhan dekat dengan taman Pulau Harapan dan di sana sudah ada kelompok lain yang sedang menunggu, jadi sambil nunggu yang lain kita main di taman dehhh.

“Adik-adik siapa saja yang belum datang?” tanya salah satu mentor ketika datang dan menghampiri kami, tepat pukul 07:00.

“masih banyak kak” jawab kami.

“Itu ngapain kelompoknya Yudhis bawa tas koper?” ucap salah satu temanku sambil tertawa dan melihat ke arah kelompok kak Yudhis. Kami pun jadi ikut tertawa.

“Lu ngapain bawa tas koper dhis?” tanya salah satu temanku lagi, ketika kak Yudhis dan kelompoknya datang.

“Ini isinya fin dan snorkel punya gua sama Ziel” jawab kak Yudhis.

“Semua sudah lengkap, kakak absen dulu yaa” teriak salah satu kakak mentor kepada kami. Nama keluarga inang kami dipanggil contohnya “Anaknya pak Man’us lengkap?”, ketika di panggil kami angkat tangan dan bilang lengkap.

Semua sudah lengkap sekarang saatnya jalan menuju kapal, kali ini kita akan naik kapal kayu, ini juga pertamakalinya aku naik kapal kayu. Sebenarnya aku deg-degan ketika mengetahui kami akan naik kapal kayu karena yang aku lihat kapal kayu sangat bergoyang-goyang ke kiri dan kanan, takut kapalnya terguling.

Ketika sampai di pelabuhan, aku melihat banyak kapal yang parkir di pinggir pelabuhan. Di tengah kapal terdapat atap dan tempat seperti meja. Ternyata itu adalah mesin kapal tersebut.

“klotok, klotok, bbbbbrbrbrbrbrbrb” suara kapal kayu berbunyi, saatnya kami berangkat ke Pulau Kayu Angin Bira untuk pendidikan konservasi dan membersihkan Pulau tersebut. Ketika kapal jalan, beberapa temanku dan aku menyentuh permukaan air laut sepanjang jalan seperti di film-film gitu hehehehe.

FB_IMG_1509712083172Ketika sedang di kapal.

Sekitar 30 menit kemudian kapal sampai di Pulau Kayu Angin Bira, aku sangat terkagum-kagum ketika melihat laut yang bersih dan indah, terumbu karang yang keren, ikan-ikan yang unik dan imut, bulu babi yang sangat banyak dan beberapa hewan laut, terumbu karang dan tanaman laut yang dilindungi karena Pulau ini termasuk pulau Zona Terlindungi di Kepulauan Seribu.

Tetapi ketika aku melihat ke Arah Pulau tersebut, aku kagum sekaligus kaget karna melihat pulau yang menakjubkan ini penuh dengan sampah, padahal Pulau ini tidak berpenghuni sama sekali lohh, Lalu bagaimana sampah bisa banyak? Ternyata sampah-sampah ini dari Jakarta Kota dan Pulau-Pulau lain di Kepulauan Seribu. Sebelum membersihkan pulau kami di berikan penjelasan tentang kepulauan Seribu, ternyata di Kepulauan Seribu terdapat 5 jenis Zona yaitu Zona Terlindungi, Zona Wisata, Zona Pemukiman Warga dan Pengunjung, Zona Inti dan Zona Pemukiman Taman Nasional.

09.15 kami mulai membersihkan Pulau, kami di bagi menjadi 2 kelompok kelompok genap membersihkan bagian Kiri Pulau dan Kelompok ganjil membersihkan bagian kanan Pulau. Ketika kami membersihkan Pulau, sampah yang paling banyak di temui adalah sampah steroform bekas popmi dan botol kaca, padahal telah mengumpulkan sekitar 10-12 karung sampah tetapi sampah masih saja banyak dan seperti tidak habis-habis.

FB_IMG_1509712106698Sedang membersihkan pulau Kayu Angin Bira.

Selesai membersihkan Pulau Kayu Angin Bira kami akan Snorkling di perjalanan dari Pulau Kayu Angin Bira sampai Pulau Perak, jadi nanti kapal akan berhenti dan kita mulai Snorkling. Aku sudah menggunakan pelampung, Snorkel dan Fin, tetapi takut untuk turun.

“Kalau tidak Snorkling rugi juga yaaa”, pikirku ketika takut untuk turun dari kapal akhirnya aku memberanikan diri untuk langsung loncat ke laut yang kedalamannya kira-kira 6-10meter.

Ketika sudah di air aku berenang-renang sambil melihat pemandangan bawah laut yang menakjubkan dan indah sekali, sekumpulan ikan-ikan lewat di depanku dan teman-teman, terumbu karang yang indah, tetapi aku masih merasa tegang karena sekumpulan ikan lewat di depan mataku dan ketika aku melihat ke dasar laut rasanya seram.

DSCN0200.JPG    Foto sekumpulan ikan. Foto dari Kaysan

FB_IMG_1509712830766Ketika sedang snorkling. Foto dari kak Adiva.

Kami snorkling tidak sendirian tetapi di temani oleh kak Gozali, sebelum berenang sambil melihat keindahan laut kak Gozali menjelaskan nama-nama ikan dan terumbu karang sambil berenang-renang melihat pemandangan bawah laut. Kami juga membuat foto Underwater tetapi hasilnya tidak bagus, padahal sudah buat berkali-kali.

Tidak terasa kami sudah Snorkling selama satu jam jadi kami langsung naik ke Kapal, ketika orang-orang naik ke kapal, kapal tersebut miring sekali karena mereka hanya berdiri di sisi sebelah kanan kapal, untung saja kapal tidak terbalik. Sebelum berangkat semua harus di cek dulu mulai dari barang-barang yang dibawa, mentor dan teman-temanku, ternyata barang tidak ada yang hilang dan semua orang sudah lengkap, jadi saatnya kita berangkat menuju Pulau Perak.

11:30 kami sampai di Pulau Perak, kami turun dari kapal membawa makan siang dan peralatan makan. Menaruh makanan di atas meja dan mulai mengantri mengambil makanan.

“zzzzzzzzzzzzzzzzrrrrsrsrsrsrsrrshhhhhhh” suara ombak, yang kami dengar sambil makan siang di pinggir pantai, membuat napsu makan bertambah dan menjadi lebih relax. Sesudah makan kami main air di Pantai. Kali ini kita di kasih waktu bebas selama dua jam “hhhhoooooorrrreeee”, kami semua sangat senang ada yang main perang pasir dan air, ada yang membuat istana, sumur kecil, lobang besar, mengubur badan dengan pasir yang halus, main ayunan, berfoto-foto, berenang dan aku, Kak Andit, Katya, Adiva membuat tulisan Ofest.  Kami semua tertawa bahagia, riang gembira dan ini adalah kenangan yang tak akan kulupakan seumur hidupku.

FB_IMG_1509712713178Bermain di pulau Perak. Foto dari kak Adiva.

FB_IMG_1509712687293Di pulau Perak.

FB_IMG_1509712733903Bermain di pulau perak. Foto dari kak Adiva.

Eksplorasi Pulau 4 hari 3 malam, bagian 1

Pulau Harapan Aku Datang

Aku terbangun dari tidurku yang nyenyak karena hari ini aku dan teman-teman penggalang Oase akan pergi Eksplorasi selama empat hari tiga malam, tanpa orangtua dan pastinya no gadget. Akhirnya hari yang kunanti-nantikan datang juga.

Berangkat dari rumah menuju Pelabuhan Sunda Kelapa diantarkan oleh keluargaku. Di perjalanan kami sempat nyasar padahal sudah menggunakan google maps. Untung saja ada tukang ojek, jadi bisa curhat ke tukang ojek, hehehe.

Sesampainya di Pelabuhan Sunda Kelapa tinggal mencari kapal KM Sabuk Nusantara 66, itu pun muter-muter di dalam pelabuahn dan bertanya-tanya dengan orang-orang yang ada di dalam pelabuhan, tak lama kemudian terdengar suara.

“Kesini, ayu ikutin saya”, berteriak seorang ibu sambil mengendarai kendaraan motor roda dua dan membawa dagangan minuman sachet melambaikan tangan menunjukkan jalan sambil menggoes sepedanya dengan riang gembira,  ternyata ibu itu mengarahkan kami sampai bertemu dengan sekumpulan orang-orang yang sedang berdiri samping kapal dengan bawaan tas seperti aku, rupanya mereka adalah teman-temanku, akhirnya ketemu juga, ibu itu baik sekali menunjukkan keberadaan kapal tanpa pamrih, aku belum sempat mengucapkan terima kasih, ibunya sudah bersepeda lagi. Aku segera turun dari mobil dan menghampiri teman-teman dan mentor-mentor. Yeaaaay, kapalnya sudah ketemu!!! Kapal KM Sabuk Nusantara 66.

Jam 06:44 WIB kami diperbolehkan menaruh barang-barang di dalam kapal dan memilih tempat duduk.  Saat kapal berjalan menuju Pulau Harapan aku tidak merasakannya, tapi ketika aku melihat ke jendela, aku melihat pemandangan dari dek kapal, nah baru deh kapal terasa berjalan. Oh iya aku juga melihat pemandangan dari dek kapal dan berfoto-foto, ini dia pemandangan yang aku lihat:

100_8753  pemandangan kota Jakarta dari kapal.

100_8749berfoto di kapal bersama Tata dan Abel.

Jam 09:00 WIB aku mulai mengerjakan pra tugas yaitu berkenalan dengan penumpang di kapal. Aku mulai menghampiri salah satu penumpang yang sedang duduk santai bersama dua orang temannya dan mewawancarainya, mereka sangat ramah dan bahkan ada kejadian wawancara yang membuat aku sangat terkesan, mau tau seperti apa ceritanya? Baca di buku aku ya yang judulnya “Makanan Olahan Pulau Harapan Ala Mak Cua.”

12:30 WIB, akhirnya sampai juga di pelabuhan Pulau Kelapa, setelah menempuh perjalanan selama enam jam. Ternyata disini udaranya panas tetapi anginnya kencang sampai-sampai rambutku melambai-lambai tertiup angin

13:00 WIB kami berjalan menuju SPTN II Pulau Harapan, di sana kita akan makan siang, pengarahan dan berkenalan dengan keluarga inang. Aku, Katya dan Abel bertemu dengan ibu Sulha yaitu ibu inang kami.

Semua sudah bertemu keluarga inangnya masing-masing, sekarang saatnya pulang ke rumah keluarga inang. Dalam Eksplorasi ini kami akan tinggal di rumah warga selama tiga hari tiga malam, jadi ibu Sulha sudah di anggap seperti ibuku sendiri. Kenapa harus tinggal dengan warga? Karena kalau tingal dengan warga kita jadi tahu tentang Pulau Harapan dan warganya.

Kami menaruh barang-barang di kamar dan rebahan sebentar. Setelah itu kami lanjut mengobrol-ngbrol bersama ibu Sulha.  16:00 WIB aku, Katya dan Abel pergi untuk Eksplorasi pulau dan mencari orang untuk di wawancara. Rencananya kami akan pergi ke taman Pulau Harapan dan mewawancarai satu sampai dua orang warga.

Aku menghampiri ibu-ibu yang sedang duduk di dekat taman

Anja               :“Misi bu, mau nanya-nanya sedikit boleh?”

Ibu Desi         :“Boleh, mau nanya apa dek?”

Anja               :“Nama ibu siapa? Dan asalnya dari mana?”

Ibu Desi         :“Nama saya ibu Desi, saya asli pulau sini”

Anja               :“Nyaman tidak tinggal di sini?”

Ibu Desi        : “Saya sih nyaman-nyaman aja, soalnya orang-orang di sini baik dan ramah”

Anja               :“Sudah punya anak apa belum?”

Ibu Desi         :“sudah satu laki-laki”

Anja               :“Sehari-hari ibu aktivitasnya apa saja?, suami ibu kerja sebagai apa?”

Ibu Desi         :“Saya bekerja sebagai ibu rumah tangga, suami saya kerja di luar kota”

Anja               :“Terimakasih bu, sudah mau saya tanya-tanya”

100_8770Foto ibu Desi

Waktu menujukan pukul 17:45 WIB, saatnya kami kembali kerumah keluarga inang. Sesampainya di rumah kami langsung mandi, selesai mandi langsung mengerjakan jurnal.

18:22-20:00 aku makan malam sekaligus mewawancarai pembuat kerupuk ikan, yaitu ibu Sulha. kami diskusi dengan mentor kelompok masing-masing, membahas tentang hasil riset kami dan jurnal hari ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keputusan Rencana Output

Eksplorasi ke pantai telah selesai. Kami telah pergi ke Pulau Harapan selama 4hari 3malam, tanpa Orangtua tetapi di awasi mentor  dan menginap di Rumah Warga. Di Pulau Harapan aku sudah mewawancarai 11 orang, yaitu :

  1. 2 orang Nelayan.
  2. 7 orang warga Pulau Harapan.
  3. 1 orang Pembuat kerupuk ikan.
  4. 1 orang ibu RT.

Menurutku semua data yang kudapat dari hasil mewawancarai orang sudah cukup. Ketika sampai rumah aku menjelaskan tentang hasil wawancaraku kepada ibuku dan ibuku juga merasa data yang kupunya sudah cukup, jadi aku      memutuskan Outputku tetap  E-book. Ini hasil diskusiku bersama ibuku

brainstorming ttg E-book FINAL

Nanti di E-book akan ku tambahkan foto-foto Eksplorasi, ini Foto-fotonya :

ini adalah foto warga yang aku wawancarai dan 2 orang nelayan, beberapa warga tidak mau di foto.

Foto proses pembuatan Kerupuk Ikan.

foto kegiatan di Hari selasa yaitu : ke Pulau Kayu Angin Bira untuk membersihkan pulau, Snorkling dan Ke Pulau Perak untuk bermain dan makan siang.

Selamat Tinggal Pulau Harapan.

Ibuku serba bisa

Ibuku adalah seorang ibu rumah tangga, menurut ibuku pekerjaan ini adalah pekerjaan yang tidak ada istirahatnya, mengapa? Karena ibuku setiap hari selalu memasak makanan untuk keluarga, mencuci baju, membereskan rumah dan lain-lain. Tetapi sekarang pekerjan itu sudah berkurang karena aku mencuci bajuku sendiri, terkadang aku yang memasak makanan untuk keluarga dan membereskan rumah.

Bergadang dalam keadaan sakit maupun sehat, karena harus mengurus beberapa pekerjaan seperti merencanakan pengeluaran dan terkadang menerima jasa jahit tas. Tetapi anehnya meskipun lelah dan sakit ibuku tetap senang melayani keluarga. Apalagi ketika melihat keluarga harmonis dan melihat aku dan adik-adikku senang, pasti ibuku juga merasa senang.

Apakah seorang ibu rumah tangga memerlukan bayaran?

Menurut ibuku, bayaran seorang ibu adalah bisa melihat anak-anaknya terpenuhi kebutuhannya secara lahir dan batin, maka bayaran bukan sesuatu yang di butuhkan. Jadi kesimpulannya menjadi ibu rumah tangga tidaklah mudah dan memerlukan banyak perjuangan.